Manajemen sekolah
Nama : Mila Sariani
Nim : 11901193
Kelas : PAI/4C
Makul : magang
Manajemen sekolah
Bismillahirohmanirohim assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh baik disini saya akan sedikit menceritakan apa itu manajemen
sekolah.
Sebelum kak pembahasan yaitu manajemen sekolah angka baiknya
kita terlebih dahulu membaca basmalah.
Baik menurut yang saya baca di buku yang berjudul manajemen
sekolah yang ditulis Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd dan andiek Widodo, MM. Pada tahun
2017.
1.
Pengertian manajemen berbasis sekolah
Secara ontologis manajemen
sekolah dan manajemen pendidikan mempunyai pengertian yang sama. Masing-masing
memiliki persamaan yang sulit untuk dibedakan. sedangkan khusus ruang lingkup
manajemen pendidikan juga merupakan ruang lingkup bidang garapan manajemen
sekolah, demikian pula proses kerja kerjanya melalui fungsi yang sama pula.
Organisasi sekolah berjalan
karena adanya konsep manajemen yang struktur manajemen dalam organisasi sekolah
sering disebut dengan manajemen pendidikan manajemen pendidikan diartikan pula
administrasi pendidikan. Sedangkan administrasi pendidikan ialah segenap proses
penyerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personal, spiritual, maupun material
yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan menurut (Purwanto 2008).
Menurut yang saya pahami disini dari perkataan
bapak Purwanto pada tahun 2008 yaitu manajemen pendidikan dengan manajemen
sekolah itu memiliki pengertian atau tujuan yang sama dalam mencapai tujuan. jadi
untuk manajemen pendidikan dan manajemen sekolah itu saling berkaitan. Untuk
itulah manajemen pendidikan dan manajemen sekolah tidak bisa terpisahkan.
Baik disini saya akan menulis
beberapa ahli dalam menterjemahkan manajemen pendidikan dan manajemen sekolah
yang nantinya akan saya tulis di blog ini.
a.
Musfiqon
( 2015: 41) menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran secara baik perlu
dikembangkan dalam dunia pendidikan, sebagaimana dalam UU nomor 20 tahun 2003
menerangkan “ pendidikan nasional adalah pendidikan yang didasarkan pada
Pancasila UUD 45 yang akar dari nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan
tanggap terhadap tuntutan zaman, Nurdiansyah (2016:929).
Baik disini saya akan sedikit menjelaskan
dari apa yang ditulis oleh bapak musfiqon di bukunya beliau menjelaskan yaitu
pendekatan pembelajaran harus dikembangkan dalam dunia pendidikan, nah disini
menurut pemikiran saya untuk suatu pembelajaran harus dikembangkan dalam dunia
pendidikan meskipun kita memiliki kemampuan atau keterampilan dan itu tidak
dikembangkan dalam dunia pendidikan hasilnya sama saja dengan tidak ada nilai
nya sama sekali, jadi ketika kita memiliki suatu kemampuan dalam pendidikan
contohnya seperti kita pandai dalam matematika maka itu semua harus
dikembangkan melalui dunia pendidikan karena itu dapat menjadi contoh. mungkin
itu yang bisa saya simpulkan dari pemikiran saya kurang lebihnya saya mohon
maaf.
b.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh James jr. (
2007 : 14 ) yang memaparkan bahwa manajemen sekolah adalah proses pemberdayaan
sumber daya manusia bagi penyelenggaraan sekolah secara efektif.
c.
Selain dengan James, Ali Imron sauqy ( 2014 : 104
) di sini beliau juga memaparkan sejarah arijit berpendapat bahwa manajemen
pendidikan adalah proses penataan kelembagaan pendidikan, dengan melibatkan
sumber potensial baik yang bersifat manusia maupun yang bersifat non manusia
guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Nah untuk kawan-kawan kita sudah
menjelaskan sedikit demi sedikit apa itu manajemen pendidikan dan apa itu
manajemen sekolah mungkin kawan-kawan bisa lebih memahami atau mencari
referensi lebih banyak lagi di buku atau di Google lainnya.
Baik langsung kita ke tujuan pendidikannya.
Tujuan pendidikan yang efektif dan efisien
adalah tujuan yang bersifat jelas, menggunakan bahasa-bahasa operasional agar
mudah dipahami, penyusunan program harus menyeluruh dan saling bersinergi
dengan program yang lain sehingga saling memberi manfaat yang positif.
Baik disini saya akan menjelaskan lebih
sedikit menurut pemikiran saya tujuan pendidikan yang efektif dan efisien yaitu
penggunaan bahasanya itu harus lebih bersifat jelas tulisan rapi mudah dipahami
oleh si pembaca ataupun si penerjemah.
manajemen akan dikatakan bagus apabila
manajemen tersebut sejalan dengan konsep dan program yang telah direncanakan
mencapai keberhasilan lebih dari 95%, oleh sebab itu para pemimpin sekolah yang
menjabat sebagai manajer di lingkungan manapun unit masing-masing perlu
mengusahakan manajemen dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah
disepakati bersama.
Baik di sini saya akan menyimpulkan sedikit
tentang manajemen yaitu bahwa manajemen atau pengelolaan merupakan komponen
integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan.
manajemen sekolah bermutu merupakan salah
satu model pengelolaan yang memberikan otonomi kepada madrasah atau kepala
sekolah untuk pengambilan. pengambilan kebijakan partisipatif secara langsung
sesuai dengan standar pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,
provinsi, kabupaten dan kota.
Pengertian sekolah bermutu terjemahan dari
“school Based”, manajemen sekolah bermutu merupakan paradigma baru pendidikan,
yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah (pelibatan masyarakat) dalam
kerangka kebijakan pendidikan nasional, menurut Edmond yang dikutip
suryosubroto menjelaskan bahwa manajemen sekolah bermutu merupakan alternatif
baru dalam mengelola pendidikan saat ini yang lebih menekankan kepada aktivitas
dan kemandirian sekolah. Nurcholis mengatakan manajemen sekolah bermutu adalah
bentuk alternatif sekolah sebagai hasil dari desentralisasi pendidikan.
Secara umum, manajemen peningkatan mutu
berbasis sekolah dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi
lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan pengambilan kebijakan
partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (pendidik,
peserta didik, kepala sekolah, karyawan, orang tua peserta didik, dan juga
masyarakat). Untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan
nasional lebih lanjut istilah manajemen sekolah seringkali disejajarkan dengan
administrasi sekolah.
berkaitan dengan itu terdapat tiga
pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa yang pertama yaitu mengartikan
administrasi lebih luas daripada manajemen ( manajemen merupakan inti dari
administrasi), sedangkan yang kedua yaitu melihat manajemen lebih luas daripada
administrasi ( administrasi merupakan inti dari manajemen), sedangkan dan yang
ketiga yaitu yang menganggap bahwa manajemen identik dengan administrasi. dalam
perbedaan pendapat penulis harus disikapi dengan bijak dan mengambil
pendapatnya yang penulis anggap benar dan penulis gunakan sebagai referensi
dalam menentukan pemahaman penulis.
2.
Konsep manajemen sekolah bermutu
Pada konsep manajemen sekolah bermutu,
manajemen hubungan sekolah dengan orang tua wali murid diharapkan berjalan
dengan selaras dan beriringan. Hubungan yang harmonis membuat masyarakat
memiliki tanggung jawab untuk memajukan sekolah, penciptaan hubungan tersebut
akan memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat dan stakeholder. Gambaran
yang jelas cepat diinformasikan kepada masyarakat umum melalui laporan kepada
orang tua wali murid, kunjungan ke sekolah, kunjungan ke rumah murid, penjelasan
penjelasan dari staf sekolah, dan laporan tahunan sekolah.
Melalui hubungan yang harmonis diharapkan
tercapai tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu proses pendidikan
terlaksana secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan
yang produktif dan berkualitas. lulusan yang berkualitas akan terlihat dari
penguasaan atau kompetensi murid tentang ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
sikap yang tidak dapat dijadikan bekal ketika terjun di tengah-tengah
masyarakat.
Berdasarkan fungsi pokoknya, istilah
manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama yaitu ada 6
1.
Merancangkan atau planning
2.
Mengorganisasikan atau organizing
3.
Mengarahkan atau directing
4.
Mengkoordinasikan atau coordinating
5.
Mengawasi atau controlling
6.
Dan mengevaluasi ( evaluation).
Adapun tujuan manajemen sekolah bermutu secara umum ada 4 yaitu
1.
mutu pendidikan yang berkualitas itu melalui
kemandirian sekolah dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan
sumber daya yang ada.
2.
sinergitas warga sekolah dan masyarakat yang
baik dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan kebijakan bersama.
3.
meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang
tua masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah.
4.
kompetisi mutu antar sekolah yang sehat untuk
motir mutu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan saat ini dan itu
manajemen sekolah bermutu akan memberikan beberapa manfaat diantaranya :
a.
dapat menyesuaikan dan meningkatkan
kesejahteraan pendidik dan tenaga pengajar sehingga dapat lebih konsentrasi
pada tugasnya sebagai pendidik.
b.
memiliki keluasan untuk pengelolaan sumber daya
dan penyertaan masyarakat dalam berpartisipasi di sekolah serta mendorong
profesionalisme civitas akademika yang ada di sekolah dalam peranannya sebagai
manajer maupun pemimpin sekolah.
c.
Pendidikan didorong untuk berinovasi
d.
Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat
meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat
sekolah dan peserta didik.
3.
Ruang kajian manajemen sekolah
Untuk mengetahui ruang lingkup manajemen
sekolah dalam pendidikan penulis harus melihat dari 4 sudut pandang yaitu dari
sudut objek garapan, fungsi atau urutan kegiatan, wilayah kerja, dan
pelaksanaan.
1.
Berdasarkan objek garapan
Ruang lingkup menurut objek terapan adalah
seluruh aktivitas manajemen sekolah secara langsung maupun tidak langsung
terlibat dalam kegiatan di sekolah yaitu to :
a.
Manajemen peserta didik
Kegiatan yang direncanakan diusahakan secara sengaja oleh sekolah untuk
pembinaan secara kontinu terhadap peserta didik agar dapat mengikuti proses
belajar mengajar atau PBM secara efektif dan efisien, demi tercapainya tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan. Secara kronologis operasional, rancangan
kegiatannya mulai dari penerimaan peserta didik baru sampai mereka lulus
sekolah.
Manajemen peserta didik menduduki posisi strategis, karena central
layanan pendidikan, baik dalam lu later institusi terus sekolahan maupun yang
berada di luar lata institusi per sekolahan, tertuju kepada peserta didik. Semua
kegiatan pendidikan, baik yang berkenaan dengan manajemen academy layanan
pendukung academy sumber daya manusia sumber daya keuangan sarana prasarana dan
hubungan sekolah dengan masyarakat, senantiasa diupayakan agar peserta didik
mendapatkannya layanan pendidikan yang kital.
mungkin kawan-kawan semua semua yang membaca ini ada yang sudah
mengetahui dan ada yang belum mengetahui apa itu manajemen apa yang dimaksud
dengan manajemen peserta didik ?
naik disini saya akan menuliskan dari seseorang asli yang mengartikan apa
sih maksud dari manajemen peserta didik.
Khezevich (1961) belia mengartikan manajemen peserta didik atau pupil personnel administration sebagai suatu
layanan yang memutuskan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan
peserta didik di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan pendaftaran
layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan minat kebutuhan
sampai ia matang di sekolah.
adapun tujuan dari manajemen peserta didik iyalah tujuannya di sini yaitu
manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar
kegiatan-kegiatan tersebut menuju proses belajar mengajar di sekolah, lebih
lanjut proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan
teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan
tujuan pendidikan secara keseluruhan. Tujuan khusus manajemen peserta didik
yang pertama yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotor
peserta didik. Yang kedua yaitu menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum
atau kecerdasan, bakat dan minat beserta didik. Sedangkan yang ketiga yaitu
menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik. Nyanyian
keempat yaitu dengan terpenuhi a 1 2 dan 3 di atas diharapkan peserta didik
dapat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat
belajar dengan baik dan tercapai cita-cita mereka.
b.
Manajemen personil sekolah
apakah kawan-kawan sudah mengetahui apa sih manajemen personil sekolah
jika belum marilah kita sama-sama mempelajarinya lebih banyak.
Menurut buku yang saya baca di manajemen sekolah manajemen personil
sekolah baik disini kita akan bersama membahas atau membaca apa sih manajemen
personil sekolah itu.
proses kegiatan yang direncanakan diusahakan secara sengaja untuk membina
secara kontinyu para pegawai di sekolah, sehingga mereka dapat membantu atau
menunjang kegiatan sekolah secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan
pendidikan yang telah diciptakan. Para personil harus dikelola dengan baik agar
mereka senantiasa aktif dan bergairah dalam wali menjalankan tugasnya
sehari-hari.
c.
Manajemen kurikulum
manajemen kurikulum secara operasional kegiatan manajemen kurikulum
meliputi tiga pokok kegiatan yang pertama yaitu kegiatan yang berhubungan
dengan pendidikan yang kedua yaitu peserta didik dan yang ketiga yaitu seluruh
aktivitas akademika warga sekolah.
d.
Manajemen sarana dan prasarana
Maksud dari manajemen sarana dan prasarana yaitu sarana dan prasarana
pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam
menunjang kegiatan proses bazar mengajar di sekolah, untuk itu perlu dilakukan
peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaan nya, agar tujuan yang
diharapkan dapat tercapai. dewasa ini masih sering ditentukan banyak sarana dan
prasarana pendidikan dimiliki oleh sekolah yang diterima sebagai bantuan, baik
dari pemerintah maupun masyarakat yang tidak optimal penggunaannya dan bahkan
tidak dapat lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. hal itu disebabkan antara
lain oleh kurangnya kepedulian terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki
serta tidak adanya pengelolaan yang memadai.
Cairin dengan perubahan pola pemerintahan setelah diberlakukan nya
otonomi daerah, maka bola pendekatan manajemen sekolah saat ini berbeda pula
dengan sebelumnya, yakni lebih bernuansa otonomi.
Pemerintah melalui peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang
standar nasional pendidikan yang menyangkut standar sarana dan prasarana pendidikan
secara secara nasional pada bab VII pasar
42 dengan tegas disebutkan bahwa
1.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana
yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber
belajar lainnya, bahan habis pakai, cerita perlengkapan lain yang diperlukan
untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
2.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki
prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang
pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel
kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga,
tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang / tempat link
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran teratur dan berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar