Manajemen kelas

 

Nama : Mila Sariani

Nim : 11901193

Kelas : PAI /4C

Makul : magang

Tema : manajemen kelas

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh kali ini saya akan membahas tentang manajemen kelas.

Mungkin teman-teman ada yang sudah tau apa itu manajemen kelas, baik bagi yang sudah tau semoga tulisan ini bisa menambah kan ilmu yang lebih luas, dan bagi yang belum mengetahui semoga bisa bermanfaat bagi kedepan. Aamiin Allahuma Aamiin

 

Apa sih manajemen kelas itu?

Jadi ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu tulisan ini dikutip oleh (Bapak H. Malayu S.P. Hasibuan, 2004;54)

Kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapatkan pembelajaran dari guru yang dikutip oleh ( Syaiful Bahri, Djamarah, 2002:196).

Kelas adalah sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. ( Syaiful Bahri, 2002:196).

dari yang kita ketahui ada dua pendapat yang sama yaitu sejalan karena mengemukakan pengertian kelas dari segi anak didik. Sedangkan menurut hadari Nawawi memandang kelas dari 2 sudut yaitu yang pertama kelas dalam arti sempit adalah ruangan yang dibatasi oleh empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar dan yang kedua yaitu kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.

berdasarkan pendapat dari hadari Nawawi dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kelas merupakan tempat berkumpulnya beberapa orang dalam  proses belajar mengajar.

Menurut Johan Kasim lemlech sebagaimana yang dikutip oleh Cece Wijaya dan Tabrani rusyan bahwa " “Classroom management of the orchestration life: planning curriculum, organizing procedures and resoces, arranging the environment to maximize efficiency, monitoring student progress, anticipating potential problems”. (Cece Wijaya, dan Tabrani Rusyan, 1994: 113).

berdasarkan definisi dapat dijelaskan bahwa manajemen merupakan usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan gelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajar nya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimalkan efisiensi, memantau kemajuan siswa untuk mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin muncul dalam proses belajar.

penataan lingkungan sangat dibutuhkan segera bisa menjadi pusat guru dalam menata perasaan anggara kelas menjadi merangsang dan penuh akan motivasi untuk memunculkan proceed panjang acara detektif dan efisien. Adapun menurut Sudirman N, dkk. Manajemen kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. Dijelaskan lagi oleh hadari nawawi bahwa bahwa manajemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam pendayagunaan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. ( Syaiful, Djamarah, aswan zean, 2006:177)

manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat melaksanakan kegiatan belajar seperti yang diharapkan . (Suaharsimi dalam Syaiful Bahri Djamara, Aswan Zain, 2006: 177).

Made Pidarta (dalam Djamarah, 2005:172) manajemen kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. Guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem atau organisasi kelas, sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakat, dan energinya pada tugas-tugas individual.

Sudirman (dalam Djamarah 2006:172) manajemen kelas merupakan upaya dalam pendayagunaan potensi kelas kelas mempunyai peran yang fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksi edukatif, agar memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, last harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru.

Manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikan nya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. (mulyasa 2006: 91). Sedangkan menurut sudirman ( dalam Djamarah 2006:177) manajemen kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas.

Dapat kita simpulkan dari beberapa para ahli di atas maka manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, peraturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi brazil belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikulum dapat tercapai.

di sini dapat saya simpulkan bahwa pengertian dari manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang guru dalam menciptakan atau mempertahankan kondisi yang optimal, dan proses baca mengajar sehingga tujuan pembelajaran yang dapat tercapai baik di dalam kelas maupun di luar kelas proses belajar mengajar ini dapat dilakukan dimana saja asal semuanya sepakat menerimanya.

Apa itu tujuan menajemen kelas?

Secara umum manajemen kelas dimanfaatkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik yang dapat memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. penerapan manajemen kelas produknya dinamis sesuai dengan tujuan tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan manajemen kelas antara lain

1. agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

2. untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pembelajaran nya.

menurut sudirman dan kawan-kawan tujuan manajemen kelas adalah penyajian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa yang lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu meningkatkan proses saja dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suzanna disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi siswa.

Sedangkan suharsini arikunto, mengatakan bahwa tujuan manajemen kelas itu adalah azhari setiap anak di kelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. (Syaiful Bahri Djamarah, Aswan Zain, 2006: 178).

berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan kondisi suatu kelas menjadi lingkungan belajar yang baik sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik.  sedangkan tujuan manajemen kelas itu merupakan faktor demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Menurut Ahmad pada tahun 1995: 2 bahwa tujuan manajemen kelas ada 4 yang 1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

2. menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.

3. menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, intelektual siswa dalam belajar.

4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individu lainnya.

Tujuan manajemen kelas menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006:170) pada hakikatnya terkandung dalam tujuan pendidikan tujuan manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa. Sedangkan (arikunto dalam Djamarah 2006:178) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga negara tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Selanjutnya kita akan lanjut membahas apa saja yang termasuk dalam asas- asas manajemen kelas?

1. Asas apersepsi

Apersepsi adalah memperoleh tanggapan tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada. pengetahuan atau struktur kognitif yang telah dimiliki siswa dapat digunakan untuk memahami sesuatu yang belum diketahui sehingga didapat suatu yang bermakna bagi siswa. apersepsi diharapkan dapat membangkitkan minat dan perhatian siswa terhadap sesuatu.

2. Asas peragaan

peragaan merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif karena sangat menarik bagi siswa apalagi jika peragaan itu menggambarkan aktivitas yang sebenarnya. Asas peragaan menurut dapat diwujudkan dalam bentuk yang pertama yaitu pengalaman langsung yang kedua yaitu pengalaman yang diatur yang ketiga yaitu dramatisasi yang keempat yaitu demonstrasi yang kelima yaitu karyawisata, yang ke enam yaitu pameran, yang ke tujuh yaitu televisi sebagai alat peraga, yang ke delapan yaitu, film sebagai alat peraga dan yang ke sembilan yaitu gambar sebagai alat peraga.

3. Asas motivasi

Dalam menjalankan tugasnya sebagai edukator, guru juga bertugas sebagai motivator yang mendorong siswa untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu demi suksesnya tujuan belajar. guru harus bisa memotivasi siswa agar memiliki semangat dan kemauan untuk lebih giat belajar. Beberapa contoh yang dapat diterapkan guru dalam motivasi siswa antara lain

a. Mendesain tujuan pembelajaran agar lebih menarik dan jelas.

b. Menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan.

c. Memberikan reward (penghargaan) bukan sebaliknya memberikan hukuman  (punishment). memberikan siswa pekerjaan rumah yang disesuaikan dengan kemampuan siswa.

d. Mendiskusikan hasil evaluasi siswa.

 

4. Asas belajar aktif

merupakan siswa harus mendorong untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dilangsungkan guru baik mental maupun fisik nya. halo ini bertujuan agar siswa dapat menyerap ke bermakna and pembelajaran yang akan digunakan bagi dirinya.

5. Asas kerjasama

proses pembelajaran mengajar harus memberikan kesempatan bagi siswa untuk berlatih bagaimana hidup dalam berkelompok dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara bersama-sama. diharapkan siswa dapat menghayati makna kerjasama dan nantinya dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, karena siswa juga merupakan pelaku masyarakat yang sangat dituntut untuk tidak memajukan masyarakat secara bersama-sama.

6. Asas mandiri

guru sebagai fasilitator harus dapat menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa agar siswa dapat memaknai pembelajaran secara mandiri. Masalah in diajukan guru untuk diselesaikan oleh siswa harus sesuai dengan perkembangan usia dan kematangan siswa sehingga diharapkan secara bertahap siswa akan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya tanpa bantuan orang lain.

7. Asas penyesuaian dengan individu siswa

Kemampuan tiap siswa dalam menguasai suatu materi pelajaran berbeda-beda, sehingga guru dituntut untuk mampu menyesuaikan iklim pembelajaran dengan kecepatan masing-masing anak. Guru perlu paham benar karakteristik masing-masing anak didiknya untuk dapat menciptakan pembelajaran yang adaptif dengan karakteristik semua anak didiknya.

8. Asas korelasi

asas korelasi adalah mengaitkan pokok bahasan yang diajarkan dengan pokok bahasan lain dalam satu mata pelajaran ataupun dengan pelajaran lainnya. asas ini digunakan untuk dapat membuat suatu pokok bahasan lebih bermakna bagi siswa. Tidak jarang siswa melupakan apa yang telah diajarkan sebelumnya. korelasi pokok bahasan yang diajarkan dengan pokok bahasan lain misalnya dengan pokok bahasan yang sudah diajarkan akan membuat siswa mengingat kembali dan menemukan ke bermaknaan  pembelajaran yang tepat. Misalnya untuk pokok bahasan perkalian dalam matematika, guru dapat mang korelasi ikannya dengan pokok bahasan oh jumlahan yang sebelumnya sudah dikuasai siswa. guru memfasilitasi siswa dalam pembelajaran untuk mengkaji kan hubungan antara pokok bahasan tersebut dan diharapkan siswa dapat menyerap makna pembelajaran tanpa melupakan apa yang sudah pernah dikuasai nya.

9. Asas evaluasi yang teratur

melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar yang ditunjukkan oleh kinerja siswa dalam belajar perlu dilakukan secara teratur dan berkesinambungan selama dan setelah proses belajar mengajar berlangsung.

Komentar