Sistem Evaluasi
Nama
: Mila Sariani
Nim
: 11901193
Kelas
4C
Tema
: Sistem Evaluasi Pembelajaran
Sistem
Evaluasi Pembelajaran
Berdasarkan
fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang telah tertuang dalam UU nomor 20
tahun 2003 sisdiknas pasal 3, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha esa, akhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
( mulyasa, 2007 : 4 )
Maksudnya
disini adalah seorang manusia dituntut untuk terus belajar mengembangkan
kemampuan yang ada dalam diri masing-masing jiwa dan tidak lupa berakhlak yang
baik. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar, yaitu keterkaitan antara kegiatan guru dengan siswa.
kegiatan
belajar siswa ditentukan oleh kegiatan guru dalam mengajar salah satu usaha
untuk mengoptimalkan pembelajaran adalah dengan cara memperbaiki pengajaran
yang banyak dipengaruhi oleh guru karena, pengajaran adalah suatu sistem, maka
perbaikan nya harus mencakup keseluruhan komponen dalam sistem pengajaran
tersebut. Komponen-komponen yang penting diantaranya adalah tujuan, materi dan
evaluasi.
guru
harus mampu mengukur kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dari setiap
proses pembelajaran atau setelah beberapa unit pelajaran atau bisa disebut
beberapa mata pelajaran. Sehingga guru dapat menentukan keputusan terhadap
siswa tersebut, apakah guru diadakan perbaikan serta menentukan rencana
pembelajaran berikutnya baik dari segi materi ataupun rencana strategi nya.
Oleh karena itu, guru setidaknya mampu menyusun instrumen tes maupun non tes,
maupun membuat keputusan lagi posisi siswanya, apakah telah dicapai harapan
penguasaan nya secara optimal atau belum. kemampuan yang harus dimiliki oleh
guru kemudian menjadi suatu kegiatan di rutin itu membuat tes, melakukan
pengukuran, dan mengevaluasi dari kompetensi siswa-siswanya sehingga mampu
menetapkan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
evaluasi
merupakan proses yang harus dilaksanakan untuk mengetahui tingkat target
pencapaian kinerja maupun dalam upaya peningkatan mutu suatu organisasi.
Sekolah sebagai suatu organisasi juga perlu melaksanakan suatu sistem evaluasi.
dengan tujuan mengetahui tingkat pencapaian kinerja sekolah yang nantinya akan
digunakan dalam proses perencanaan dan siklus pengembangan mutu sekolah.
Guru
adalah sumber daya utama dari organisasi sekolah. Sehingga evaluasi terhadap
guru merupakan bagian paling penting dari suatu sistem evaluasi dalam sekolah.
bahkan terdapat tanggapan penilaian guru dalam berbagai integral dari praktik
mengevaluasi sekolah ( stake, 1989 ). sebab kualitas guru diyakini berperan
penting dalam meningkatkan keseluruhan kualitas pendidikan ( Peterson, 2000;
450 ). evolusi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses
belajar mengajar. informasi-informasi diperoleh dari pelaksanaan evaluasi
pembelajaran pada gilirannya digunakan untuk memperbaiki kualitas proses
belajar mengajar.
Pengertian
sistem evaluasi pembelajaran
Evaluasi
dalam pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis, yang terdiri
dari banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah
atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling
bergantung dan berkesinambungan. proses belajar mengajar pada dasarnya adalah
interaksi yang terjadi antara guru dan siswa itu mencapai tujuan pendidikan.
Guru
sebagai pengarah dan pembimbing, sedang siswa sebagai orang yang mengalami dan
terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah
mengikuti proses belajar mengajar, maka guru bertugas melakukan suatu kegiatan
yaitu penilaian atau evaluasi atas ke tercapaian siswa dalam belajar. selain
memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan keterampilan menyajikan
bahan untuk mengkondisikan keaktifan siswa belajar, guru diharuskan memiliki
kemampuan mengevaluasi ke tercapaian
belajar siswa, karena evaluasi merupakan salah satu komponen penting
dari kegiatan belajar mengajar.
Evaluasi
berasal dari bahasa inggris itu evaluation. Menurut mehrens dan Lehmann yang
dikutip oleh Ngalim Purwanto, evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses
merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk
membuat alternatif-alternatif keputusan (Ngalim Purwanto, 2004 ; 3 ).
Hubungan
dengan kegiatan pengajaran, evaluasi mengandung beberapa pengertian, diantara
adalah :
a.
Menurut Norman Gronlund, yang dikutip oleh Ngalim Purwanto dalam buku prinsip-prinsip
dan teknik evaluasi pengajaran, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis
untuk menentukan keputusan sampai sejauh mana tujuan dicapai oleh siswa.
b.
Wrightstone dan kawan-kawan, evaluasi pendidikan adalah penafsiran terhadap
pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan tujuan atau nilai-nilai yang
telah ditetapkan di dalam kurikulum ( Ngalim Purwanto, 2004 ; 3).
Tujuan
dan fungsi evaluasi pembelajaran
Dilihat
dari fungsinya yaitu dapat memperbaiki program pengajaran, maka evolusi
pembelajaran dikategorikan ke dalam penilaian formatif dan evaluasi formatif,
yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk
melihat tingkat keberhasilan proses bagian mengajar itu sendiri ( Nana Sudjana,
1991 ; 5 ). Menurut Anas Sudjiono, evolusi formatif ialah evaluasi yang
dilaksanakan di tengah-tengah atau pada saat berlangsungnya proses
pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan program pelajaran atau
sub pokok bahasan dapat diselesaikan, dengan tujuan pengajaran yang telah
ditentukan (Anas, Sudjiono, 2006 ; 23 ).
sejarah
umum dalam bidang pendidikan evaluasi bertujuan untuk.
a)
memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat
kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan
kurikulum setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah
ditentukan.
b)
mengukur dan menilai sampai di manakah efektivitas mengajar dan metode-metode
mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan
belajar yang dilaksanakan oleh peserta.
Adapun
yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan
adalah :
a)
untuk merangsang kegiatan peserta didik dan menempuh program pendidikan.
b)
untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik
dalam mengikuti program pendidikan, hingga dapat dicari dan ditemukan jalan
keluar atau cara-cara perbaikan nya ( Anas Sudiono, 2006 ; 17.
Evaluasi
dalam pembelajaran dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya
tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik.
Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi sangat
penting karena telah memberikan informasi mengenai ke terlaksana and proses
belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol
pelaksanaan proses belajar mengajar. Dengan demikian, betapa penting fungsi
evaluasi itu dalam proses belajar mengajar.
Secara
garis besar revolusi berfungsi untuk ( Slameto, 2001 ; 15-16 ):
a.
Mengetahui kemajuan kemampuan belajar murid. Dalam evaluasi formatif, hasil
dari evaluasi selanjutnya digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa.
b)
mengetahui status academy seorang siswa dan kelasnya.
c)
mengetahui penguasaan, kekuatan dalam kelemahan seseorang siswa atau suatu unit
pelajaran.
d)
mengetahui efisien metode pengajar yang digunakan guru.
e)
menunjang pelaksanaan BK di sekolah.
f)
memberi laporan kepada siswa dan orang tua.
g)
hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan promosi sekolah.
h) hasil
evaluasi dapat digunakan untuk keperluan pengurusan atau streaming.
i)
hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan perencanaan pendidikan.
j)
memberi informasi kepada maha masyarakat yang memerlukan.
k)
merupakan feedback bagi siswa, guru dan program pengajaran.
i)
sebagai alat motivasi belajar mengajar.
m)
untuk keperluan pembangunan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan (
Ngalim Purwanto, 1987 ;7 ).
Fungsi
evaluasi bagi guru perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar revolusi yang
diberikan benar-benar mengenai sasaran. hal ini didasarkan karena hampir setiap
saat guru melaksanakan kegiatan evolusi untuk menilai keberhasilan belajar
siswa serta program pengajaran.
Kesimpulan
Setiap
guru dalam melaksanakan evaluasi harus paham dengan tujuan dan manfaat dari
evaluasi atau pemilihan tersebut. Tetapi ada juga guru yang tidak menghiraukan
tentang kegiatan ini, yang penting dia masuk kelas, mengajar, mau iya
laksanakan evolusi di akhir pelajaran atau tidak itu urusannya. Yang jelas pada
akhir semester ii adalah mencapai target kurikulum. ini yang menjadi
permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini yang disebabkan oleh yang pertama
guru kurang menguasai materi pelajaran. Yang kedua guru kurang menguasai kelas.
Yang ketiga guru enggan mempergunakan alat peraga dalam mengajar. Yang keempat
guru kurang mampu memotivasi anak dalam pelajaran. Yang kelima guru menyamar
ratakan kemampuan anak di dalam menyerap pembelajaran. Yang kau enam guru
kurang disiplin dalam mengatur waktu. Yang ketujuh burung dan membuat persiapan
mengajar. yang kedelapan guru tidak mempunyai kemajuan untuk menambah atau mau
menimba ilmu. Yang ke-9 guru dalam tes di sandi akhir pelajaran kurang terampil
mengajukan pertanyaan kepada murid. Yang ke-10 guru selalu mengutamakan
pencapaian target kurikulum.
Diambil
dari jurnal Ittihad Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan Volume 15 No.27
April 2017. PROBLEMATIKA SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN
Oleh:
Akhmad Riadi
Dosen
Tetap Pada Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara, Kalimantan
Timur.
Komentar
Posting Komentar