Strategi pembelajaran

 

Nama : Mila Sariani

Nim : 11901193

Kelas : PAI 4C

Makul : magang

Tema strategi pembelajaran

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh baik hari ini saya akan menuliskan strategi pembelajaran

 

 Pengertian strategi pembelajaran

Dalam kajian teknologi pendidikan, setuju pembelajaran termasuk ke dalam ranah perancangan pembelajaran. perkembangan strategi pembelajaran sebagai suatu ilmu mengalami perkembangan yang di awal dari dunia militer, dan selanjutnya dipergunakan dalam lapangan pendidikan dan pembelajaran. Dalam peperangan sangat diperlukan strategi untuk memperoleh kemenangan. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi terhadap siapa atau musuh yang akan dihadapi.

Berapa jumlah kekuatan yang mereka miliki, senjata jenis apa yang digunakan, persediaan atau akomodasi yang di bawah dan lain sebagainya menjadi hal yang paling penting dalam sebuah peperangan untuk memperoleh kemenangan. Sampai identifikasi ini, mustahil kemenangan akan dicapai bahkan yang lebih tragis lagi-lagi adalah seluruh prajurit pilihan yang dipersiapkan akan mati dengan sia-sia, karena kelelahan seorang panglima perang yang mempersiapkan strategi nya itu.

Dengan demikian pula halnya dengan proses pembelajaran, pendidikan harus melakukan identifikasi kepada semua yang berhubungan dengan proses pembelajaran yang akan dilakukannya. Pendidikan perlu mengetahui siapa yang akan menjadi peserta didiknya, bagaimana variasi tingkat intelegensi, dari latar belakang apa mereka berasal, apakah mereka berasal dari program yang sama atau berbeda, bagaimana motivasinya, dan lain sebagainya. Tanpa melakukan proses identifikasi ini, niscaya pendidikan akan memperoleh tujuan yang diharapkan, yakni bagaimana peserta didik mampu memahami seluruh materi yang disampaikan. Disamping itu juga, proses pembelajaran a k mengalami kendala, sehingga suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif, berjalan tanpa arah serta berlalu tanpa makna. bukankah setiap pendidik yang ditanyakan memiliki jawaban yang selama, itu menginginkan agar semua peserta didik mampu memahami seluruh materi yang disampaikan nya, bahkan lebih dari sekedar apa yang dimiliki oleh pendidik itu sendiri. Oleh karena itu, mari para guru mempersiapkan dan strategi sebelum dan sesudah pembelajaran dimulai.

Terkadang ada pendidikan menyampaikan materi pembelajaran depan kelas justru membuat peserta didik menjadi bosan. penyajian materi pembelajaran dilakukan menjadi tidak menarik yang mengakibatkan peserta didik kurang atau bahkan tidak bisa motivasi mengikutinya. Laksana belajar bertambah mencekam, ketika guru berkata : " perhatikan semua ke depan, nanti sudah ini akan saya berikan soal-soal yang harus anda jawab dengan benar!" ( Instruksi itu disampaikan dengan suara yang keras dan lantang)

Dapatkan perlakuan pendidik tersebut dibenarkan sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan? Ada beberapa faktor penyebab, mengapa pendidik melakukan tindakan yang demikian?

Pertama, kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak berusaha untuk mencari informasi, apakah mau cari yang disampaikan nya sudah dipahami peserta didik atau belum. Kurangnya perhatian dan motivasi peserta didik seperti yang dilukiskan di atas, jelas bahwa peserta didik sudah memahami informasi yang disampaikan guru. mereka menganggap bahwa materi itu sudah tidak penting lagi.

Kedua, dalam proses pembelajaran pendidikan tidak berusaha mengejar peserta didik untuk berpikir. Komunikasi yang terjadi bersifat satu arah ( one way communication ) : hanya dari peserta didik kepada peserta didik. pendidik menganggap bahwa bagi peserta didik menguasai materi pelajaran jauh lebih penting dibanding and dengan mengembangkan kemampuan berpikir dan menguasai kompetensi yang diharapkan. tetapi yang seharusnya adalah mengembangkan kemampuan berpikir dan menguasai kompetensi jauh lebih penting ketimbang hanya menguasai materi pelajaran yang hanya bersifat konsep teoritis.

Ketiga, penyidik tidak berusaha mencari umpan balik mengapa peserta didik tidak mau mendengarkan penjelasannya.

Keempat, pendidik menganggap bahwa ia adalah orang yang paling mampu dan mengawasi pelajaran dibandingkan dengan peserta didik. Peserta didik dianggap sebagai tempat penyimpanan uang ( banking concept) yang harus diisi dengan sesuatu yang dianggapnya penting (Sanjaya 2006 : 90-91).

Sebagian orang masih menyamakan permainan kata strategi dengan teknik, metode, dan cara. Kata strategi seringkali diartikan dengan teknik atau metode. Pemakaman terhadap strategi itu dapat dilakukan secara sempit maupun luas. Pengertian secara sempit, strategi identik dengan metode atau teknik, yaitu cara menyampaikan pesan ( massege ) dalam hal ini materi pelajaran kepada audience ( peserta didik ) yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan belajaran telah ditetapkan. Dengan demikian, kata strategi adalah berkaitan dengan cara, taktik atau metode untuk melakukan sesuatu.

Macdonald ( 1968: 514) mendefinisikan strategi sebagai : the art of carring out a paln skillfully. strategi merupakan suatu seni untuk melaksanakan sesuatu secara baik atau terampil. Itulah sebabnya, strategi pembelajaran dipakai sebagai suatu seni untuk membawa peserta didik ke dalam suasana pelajaran dan beradab ada posisi yang menguntungkan.

Seels dan richey (1994: 31), memberikan definisi strategi sebagai berikut : strategi diartikan sebagai suatu rencana tindakan, metode, atau serangkaian aktivitas yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ada dua hal yang harus dilakukan guru untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pertama, rencana tindakan ( serangkaian tindakan) bayi penggunaan metode maupun pemanfaatan sumber daya yang digunakan dalam proses pembelajaran. pengertian secara implisit bahwa perencanaan suatu strategi baru berada pada tingkat rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua penyusunan strategi dilakukan pencapaian tujuan pendidikan pada tingkat tertentu. Dengan demikian, seluruh aktivitas yang dilakukan guru, misalnya penempatan metode, pemanfaatan sumber dan media belajar, mengorganisasi materi, yang sampai kepada penilaian atau evolusi adalah untuk pencapaian tujuan.

Sedangkan apabila diartikan secara luas, strategi dapat mencakup antara lain yang pertama metode yang kedua pendekatan yang ketiga pemilihan sumber-sumber termasuk media yang digunakan dalam belajar yang keempat yaitu pengelompokan audience atau peserta didik dayang kelimanya itu pengukuran keberhasilannya. cijeruk umum strategi mengandung pengertian sebagai garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dapat diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru peserta didik dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran sehingga mencapai tujuan telah diciptakan sebelumnya.

Menurut cropyer (1973: 5), menyatakan bahwa strategi instruksional adalah kaidah-kaidah prospektif untuk mendesain kejadian-kejadian pembelajaran yang dapat menciptakan pengalaman belajar yang diperlukan untuk mencapai berbagai jenis TIK yang telah ditetapkan. dapat pula dikatakan sebagai perencanaan urutan kejadian-kejadian instruksional. Selain menentukan urutan pembelajaran untuk setiap TIK juga merancang tindakan-tindakan instruksional untuk mencapai TIK tersebut ( Briggs, 1977:216). Pendapat yang sama dikemukakan oleh romizowski ( 1981 ), dimana strategi instruksional adalah perencanaan urutan dan kejadian-kejadian instruksional. Selain merancang urutan pembelajaran untuk Tiap TIK juga merancang tindakan instruksional untuk mencapai TIK tersebut.

Menurut Djamarah dan Zain (1997:5) menyatakan ada empat strategi dasar dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi hal-hal berikut:

1). Mengidentifikasi serta menetapka spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian peserta didik sebagaimana yang diharapkan.

2). memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakatnya.

3). Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan mengajarnya.

4). Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria setelah standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan pembelajaran.

Dengan demikian, sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam kelas, kita terlebih dahulu mengidentifikasi beberapa hal penting berdasarkan kepada kegiatan yang tujuan pembelajaran agar mencapai hasil yang sesuai dengan apa yang ditetapkan atau berhasil dan berdaya guna yaitu :

dengan memunculkan beberapa pertanyaan serta menetapkan strategi dasar dalam suatu kegiatan pelajaran, setidaknya kepada guru telah tergambar masalah masya allah pokok yang sangat penting sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pelajaran agar berhasil suka dengan yang, yaitu:

pertama spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku bagaimana yang diinginkan sebagai hasil dari kegiatan pelajaran yang telah dilakukan. Dengan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku ( changes of behavior ) peserta didik setidaknya telah diketahui sasaran yang akan dicapai. Hal ini sangat penting dilakukan guru, karena denganmu tali hasil yang akan dicapai akan membantu guru melakukan aktivitas pembelajaran dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, sasaran yang dirumuskan harus jelas ke arah dan konkrit, singga mudah dipahami oleh peserta didik. Bila tidak, maka kegiatan pembelajaran tidak memiliki arah serta tujuan yang pasti. Akibatnya adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada peserta didik untuk sukar diketahui, karena penyimpangan penyimpangan dari kegiatan pembelajaran. Biasanya, rumusan tujuan pembelajaran dilakukan oleh guru sebelum kegiatan pelajaran dimulai.

kedua yaitu memilih secara pendekatan proses pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana cara guru memandang suatu persoalan, konsep pengertian dan teori apa yang akan digunakan dalam memecahkan suatu kasus akan mempengaruhi hasilnya.

ketiga yaitu memilih dan menetapkan prosedur metode dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif. metode penyajian untuk memotivasi peserta didik agar mampu mengungkapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, berbeda dengan cara atau metode supaya peserta didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri perlu dipahami bahwa suatu metode mungkin hanya cocok dipakai untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi dengan sasaran yang berbeda, guru hendaknya jangan menggunakan metode atau teknik penyajian sama. Bila berapa tujuan ingin diperoleh, maka guru dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan kan beberapa metode yang relevan.

keempat yaitu menerapkan normal normal atau kriteria keberhasilan sehingga guru memiliki dasar dasar yang tepat dijadikan ukuran atau untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. satu proses pembelajaran baru akan dapat diketahui keberhasilannya setelah dilakukan evaluasi. sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lainnya.

Jadikesimpulan di sini yaitu strategi sangat berguna dalam menentukan pelajaran yang akan dilakukan atau dilaksanakan dalam kelas. Jika pembelajaran di dalam kelas merasa bosan makan supaya tidak bosan pembelajaran terlebih dahulu harus digunakan melalui strategi pembelajaran yang sudah benar-benar dikuasai oleh guru tersebut.

mungkin hanya itu yang dapat saya tuliskan di dalam blogspot ini kurang lebihnya saya mohon maaf wabillahi taufik wal hidayah assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

 

Komentar